Jumat, 10 Juli 2009

...SEKELUMIT KATA...

Kalimat Yang (Tetap) Hidup

Asy Syahid (Insya Allah) Sayyid Quthb, rh pernah berkata :
“Sesungguhnya generasi pertama, mereka itu pergi sebagai api penyala buat tabligh dan
sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat yang tidak akan hidup kecuali dengan qalbu dan cucuran darah. Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang tak bergerak, sampai kita mati karenanya.
Maka dia/kalimat itu akan bergoncang bangkit dan hidup di antara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup.

Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati,
mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang terhormat.”
Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam, rh. Mengatakan :
“Harga dakwah itu amat mahal menurut firman Allah Yang Maha Benar dan Maha Agung serta menurut lisannya Rasulullaah SAW. Harga mengemban prinsip dan memindahkannya dari alam pikiran atau alam teori ke alam tatbiq (praktek) dan alam kenyataan, memerlukan banyak pengorbanan sehingga menjadi benar-benar nyata dan hidup di alam dunia.”
Beliau melanjutkan :
“Dakwah tidak akan mencapai kemenangan dan keberhasilan jika dakwah tersebut tidak diiringi pengorbanan. Baik itu dakwah fardliyah (dari manusia) atau dakwah samawiyah (dari Allah).

Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa, syuhada`, itu semua adalah api yang menyalakan
pertempuran, api yang menyalakan peperangan ideologi, api yang menyalakan perang
pemikiran.

Wahai saudara-saudaraku, jalan dakwah itu dikelilingi oleh "makaruh" (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.

Barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang
menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yagn terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.

Syekh Abdullah Azzam menceritakan dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah 1 tentang Kalimat yang (tetap) Hidup dari Sayyid Qutthb. Berikut ceritanya :
Hamidah Quthub pernah bercerita kepadaku. Katanya: "Pada tanggal 28 Agustus 1966,
Hamzah Basiyuni, Direktur penjara memanggilku. Lalu dia memperlihatkan keputusan hukuman mati bagi Sayyid Quthub, Hawwasy dan Abdul Fattah Isma`il, kepadaku. Lantas dia mengatakan: "Kita masih punya kesempatan terakhir untuk menyelamatkan Ustadz (Sayyid Quthub), yakni dia harus minta maaf. Dia akan diringankan dari hukuman mati, dan sesudah enam bulan dia akan keluar dari penjara dalam keadaan sehat wal afiat. Kalau dia jadi dibunuh, maka demikian itu akan berarti suatu kerugian bagi seluruh dunia. Pergi dan bujuklah dia supaya mau minta maaf.""
Hamidah menyambung : "Lalu aku pergi menemuinya di penjara. Sampai disana kukatakan kepadanya. Sesungguhnya mereka mengatakan jika engkau minta maaf maka mereka akan meringankan hukuman mati mu." Maka dia menjawab: "Atas kesalahan apa aku harus minta maaf wahai Hamidah, apakah karena aku beramal di pihak RAbbul `Izzati? Demi Allah, sekiranya aku bekerja untuk pihak lain selain Allah tentu aku akan minta maaf. Akan tetapi sekali-kali aku tidak akan minta maaf karena beramal di pihak Allah. Tenanglah wahai Hamidah, sekiranya umur belum waktunya habis maka hukum mati itu tidak akan jadi dilaksanakan. Tidak berguna sama sekali maaf itu untuk mempercepat ajal atau mengakhirinya."
Subhanallah…Allahu Akbar!
Itulah Kalimat yang (Tetap) Hidup, dan akan dikenang terus oleh para pengemban dakwah!
Itulah kalimat yang muncul dari jiwa yang penuh iman. Itulah jiwa yang dipoleh iman !! Kekuatan macam apa ini !! Keteguhan hati macam apa ini !! Tali gantungan nampak di depan matanya, namun dia masih sempat menenangkan hati yang hidup atas Qudratullah dan qadarNya.
Demikianlah seharusnya dakwah dijalankan!

Smga bermanfaat…..
Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh

...THIS NOTE FROM WIDO NUGROHO...
THANKS FOR UR KINDNESS
LUV,
VI's

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar