Sabtu, 25 Juli 2009

Lihat: Lengkap | Ringkas * Catatan Imam Puji Hartono * Catatan Tentang Imam Puji Hartono Kisah Nabi Musa dan Seorang Lelaki Bagikan 19 Juni

Ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib nampak tergesa-gesa. Ia tak ingin ketinggalan jamaah shalat shubuhnya. Sayang, seorang lelaki tua yang berjalan sangat lamban menghambat langkah Imam Ali kw. Demi menghormati orang tua, Imam Ali hanya membuntut di belakangnya.

Tentulah Imam Ali sangat khawatir tak bisa shalat jamaah bersama Nabi. Ketika ia tahu bahwa si Tua tadi tidak memasuki Masjid, baru sadar ia bahwa si Tua tadi beragama Nasrani. Ketika Ali masuk masjid, ia mendapati Rasulullah SAW. tengah ruku'. Itu artinya Imam Ali masih punya kesempatan mengejar shalat tersebut. Imam Ali lalu berjamaah bersama mereka. Ketika shalat telah usai, para sahabat bertanya kepada Nabi.

"Apa yang terjadi wahai Rasul, sehingga Anda memperpanjang Ruku' shalat ini. Anda tak pernah melakukan hal seperti ini."

Rasulullah SAW menjawab, "Ketika ruku' dan tengah kubaca Subhana Rabbiyal Adziimi seperti biasanya, maka aku bermaksud mengangkat kepalaku. Tetapi Jibril datang dan menggelar sayapnya diatas punggungku. Lama sekali. Ketika ia mengangkat sayapnya barulah aku bisa berdiri mengangkat kepala."

"Mengapa bisa terjadi?" tanya salah satu sahabat.

"Aku tak sempat menanyakan hal itu," jawab Nabi.

Maka Jibril datang menemui nabi. Lalu berkata, "Wahai Muhammad! Tadi Ali tergesa-gesa agar bisa ikut berjamaah. Tapi seorang Nasrani tua menghambat jalannya. Ali tak tahu kalau ia Nasrani. Ia biarkan orang tua tadi berjalan di depannya. Maka Allah menyuruhku supaya engkau tetap ruku' agar Ali bisa menyusul shalat shubuhmu. Ini tak mengherankan buatku. Yang mengherankan bahwa Allah memerintahkan malaikat Mikail As. untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga tenggang waktu terbitnya lebih lama. Ini tentulah karena perbuatan Ali tadi."

Kemudian Nabi SAW bersabda, "Inilah derajat orang yang memuliakan orang tua usia lanjut. meskipun ia Nasrani."

=====
dikutip dari buku "Hikayat Hikmah berdasarkan Hadis" Terjemahan Kitab Al-Mawa'idh Al-Ushfuriyyah, oleh Syaikh Muhammad bin Abu Bakar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar