Selasa, 21 Juli 2009

Lihat: Lengkap | Ringkas * Catatan Vicky Robiyanto * Catatan Tentang Vicky Robiyanto Berdiri Di Bawah Keteduhan Kebenaran Tuhan Bagikan 12 J

Manusia hidup bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi datang dari pada yang Maha Hidup. Tatkala Allah berkehendak atas diri maka Sirullah/Rahasia Allah yaitu Ruh akan Nasab/Misra kepada sekalian tubuh. Setelah Ruh Nasab/Misra kepada sekalian Tubuh lalu bernafaslah ia, berdetaklah jantungnya, mengalirlah darahnya, terbuka matanya dan bergeraklah anggota tubuhnya kemudian sempurnalah ia bernama “Manusia”.

Allah berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS,At Tiin : 4)

Kesempurnaan Manusia itu adalah menunjukkan betapa Maha Sempurnanya Allah yang telah menciptanya. Sehingga dengan kesempurnaan itu lah yang membuat Iblis merasa Iri dan Cemburu dibuatnya dikarenakan tidak mengetahui akan Hakikat Manusia itu.

Bahkan Malaikat pun tidak mengetahui tentang Hakikat Manusia, seluruh Makhluk tidak ada yang mengetahuinya melainkan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Dan tatkala Allah berkehendak atas tiap diri seseorang untuk dijadikan Kekasihnya maka Allah akan membukakan Rahasia itu pada dirinya. Sehingga dengan tersingkapnya akan Rahasia itu menjadikan dirinya semakin dekat sekali dengan Tuhannya.

Hanya Rosulullah Saw dan para Awliya Allah yang dikehendakilah yang akan dibukakan akan Rahasia itu, sehingga baginya itulah Anugrah yang sangat luar biasa atas dirinya.

Dengan mengetahui akan rahasia itu maka naiklah derajadnya di sisi Tuhannya menjadi Hamba Allah yang sejati bukan lagi duduk pada martabat Makhluk.

Definisi Makhluk itu ialah :

1. Tidak mengetahui akan makna kehidupan
2. Berlaku dalam keseharian hanya untuk makan, minum dan aktifitas lainnya
3. Tidak tumbuh kesadaran Jiwa untuk menuntut Ilmu Kesempurnaan Hidup
4. Kalau lah ia beramal dan beribadah hanyalah sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mengetahui Hakikat Amal Ibadah
5. Tidaklah hidup yang dijalaninya melainkan hanyalah menurutkan Hawa Nafsunya.

Mereka yang demikian ini bermartabat Makhluk semata, yang di Firman kan Allah dalam Al-Qur’an mereka hidup seperti Binatang. Tatkala ia mati maka akan menjadi Bangkai dan busuk serta hancur jasadnya.

Adapun mereka yang dikehendaki masuk dalam kedudukan Hamba Allah, mereka itu ialah :

1. Mengenal kepada Tuhannya sebagaimana mereka kenal dengan kekasihnya
2. Mengetahui makna kehidupan membuat dirinya penuh arti dan makna di dalam menjalani hidup
3. Sadar bahwasanya dirinya bukanlah sesuatu melainkan Hakikat dirinya adalah Rahasia Allah
4. Tidak ada yang dilihat dan dipandangnya selain Allah
5. Senantiasa lebur di dalam zikrullah bukan hanya pada waktu tertentu tetapi meliputi setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali

Mereka yang demikian ini bermartabat Hamba Allah, jika mereka mati maka Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mati melainkan Hidup dan beroleh nikmat disisi Ku. Sehingga kematiannya akan membawa berkah bagi dirinya sendiri, jasadnya tidak akan hancur dan tidak akan membusuk seperti bangkai karena Allah memelihara akan Jasadnya. Bahkan sebagian dari pada mereka itu ada yang hilang jasad dan ruh kembali kepada Allah Swt.

Mereka yang dimuliakan dengan Anugrah Allah yang tiada terkira itu, sadar akan dirinya LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH………… dan terkadang mengatakan bahwa : AKU ADALAH TEKA-TEKI TUHANKU dan
llah berfirman :
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku. Tiada sekutu bagi-Ku. Dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.

Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterimakasih atas segala nikmat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah Tuhan selain Aku.

Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku.

Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya (pada orang), ia sungguh berkeluh-kesah pada-Ku.

Barangsiapa menghadap pada orang kaya dengan menundukkan diri karena kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya.

Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil sebuah tombak untuk memerangi Aku.

Barangsiapa memecah kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu Ka’bah-Ku.

Barangsiapa tidak peduli terhadap cara mendapatkan makanan, berarti ia tidak mempedulikan dari pintu mana Allah akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam.

Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang.

Barangsiapa yang terus-menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.

Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan menganugerahkan ilmu yang belum ia ketahui.

Barangsiapa yang angan-angannya membumbung tinggi, maka amal perbuatannya akan keruh.”
Kesadaran keduniaan adalah tangga ke dunia. Kesadaran keagamaan adalah tangga ke syurga. Carilah kesehatan kesadaran ini dari tabib. Carilah kesieatan kesedaran ketuhanan dari Orang-orang Ketuhanan.

Jalan ruhaniah itu menghapuskan kehendak badan. Setelah menghancurkan kehendak badan (nafsu), dibinanya semula badan yang lebih elok.

Robohkan rumah untuk mendapatkan harta karun di bawahnya. Dengan harta itu rumah yang lebih cantik dibina. kosonglah sungai itu dan bersihkan ia. Kemudian alirkan air minuman melaluinya. Serang kota kafir itu dan tawan orang-orangnya kemudian bina seratus menara dan benteng di situ.

Kadang-kadang perbuatan Allah seperti ini dan kadang-kadang seperti itu. Sesungguhnya agama itu mengherankan dan menakjubkan. Bukan keheranan yang menyebabkan orang membelakangi Allah, tetapi takjub tenggelam dan mabuk dengan Yang Dicintai.

Satu muka menghadap kepada Yang Dicintai. Yang satu lagi menghadap ke diri sendiri. Perhatikan muka orang dengan teliti, mungkin dengan khidmatmu kepada Si-Sufi anda akan kenal muka Aulia Allah.

Jangan berguru kepada orang yang tidak menentu kerana syaitan banyak bertopengkan manusia. Nanti kelak termasuk ke dalam perangkapnya.

Begitu juga orang penipu menggunakan bahasa Sufi untuk mempengaruhi dan menipu orang banyak. Karya Aulia Allah itu ibarat cahaya dan sinaran. Karya orang-orang munafik ibarat gelap gelita dan menyesatkan.

Allah memberkati kita dengan Kemanisan KasihNya.

Wassalam
hina kelana/vicky

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar