Jumat, 10 Juli 2009

Sahabat yang shalih adalah karunia Allah

berbahagialah anda, jika saat ini anda memiliki shabat yang shalih, maka bisa jadi itu adalah sebagian tanda kasihsayangNYA kepadamu..
sahabat yang ketika bersamanya mengingatkannya akan Alloh SWT
sahabat yang ketika dekat dengannya menjauhkan kita dari perbuatan maksiat dan sia-sia..
Pernahkah,anda merasa, ketika “seorang teman” dating ke tempat kita, kemudian kita menjadi sungkan untuk, misalnya, nyetel musik, ataupun nonton TV yang isinya gak jelas, atau bahkan sungkan untuk berghibah?? dan ketika adzan bergema-pun rasanya sungkan untuk menunda2 waktu sholat ketika sahabat kita itu dating. Maka jadikanlah “seorang teman” itu sahabat..
Bahkan Rasulullah saw menjadikan sahabat yang shalih sebagai hadiah pemberian dan tanda yang menunjukkan Allah kasih kepada seseorang hamba.
Sabda Rasulullah saw:
“Jika Allah mengasihi seseorang hamba, maka Dia akan berikan kepadanya seorang saudara atau sahabat yang salih. Jika dia sudah mengingati Allah (tidak lalai), sahabatnya akan membantunya (dalam ketaatan kepada Allah) dan jika dia terlalai, sahabatnya itu akan mengingatkannya.”
dalam sebuah hadits Qudsi, dikatakan bahwa Alloh akan menaungi di hari yang tiada naungan kecuali naunganNYA, yaitu (salah satunya) “Dua orang yang saling berkasih sayang antara satu sama lain kerana Allah. Mereka bertemu dan berpisah hanya kerana Allah.”
indahnya…….
Abdullah bin Mas‘ud berkata: “Tiada suatu perkara yang lebih menunjukkan kepada sesuatu bahkan lebih daripada asap yang menunjukkan kepada kewujudan api, lebih daripada seorang kawan kepada seorang kawannya.”
Beberapa orang ulama salaf berkata: “Perbanyakkanlah kawan-kawan anda, kerana setiap orang beriman mempunyai syafaatnya.”
Umar bin al-Khattab berkata: “Engkau hendaklah berkawan dengan kawan-kawan yang benar. Engkau hidup di bawah lindungan mereka. Mereka adalah perhiasan ketika mewah dan sandaran ketika bencana.”
Sesetengah mereka berkata: “Jika bukan kerana tiga perkara ini, nescaya aku tidak suka untuk terus tinggal di atas dunia; membaca al-Quran, qiyamullail dan bertemu para sahabat.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar