Sabtu, 11 Juli 2009

JAUH-DEKAT (2)

Kasih…
resiko mendapatkan pacar orang JAUH
harus kenalan untuk lebih dekat
lewat telvon, internetan, dan lain-lain
kalo sama orang DEKAT
bahkan teman main ke kali bareng waktu kecil
sudah ketahuan kartunya
luar dalam…
jadi lebih mudah

Kasih…
diriku bukan dirimu…
diriku ya diriku…
dirimu ya dirimu…
terpisah…
tapi ku ingin menyatu denganmu
menyatukan yang semula terpisah
berbeda…

Kasih…
maaf kalau terkesan menggurui
ini sekedar informasi saja
yang jelas…
bagiku…
kamu JAUH lebih keren…
ketika DEKAT mantap…

JAUH setia…
DEKAT lengket…
JAUH-DEKAT…
tetap sayang…
cinta…
tak terpengaruh…

Oh ibu dan ayahku…
saat JAUH denganmu
aku merasa kangen baget…
pengen dimanja…
pengen ditemenin…
tak terasa ku sering mendo’akanmu
namun saat DEKAT denganmu
aku sering jadi anak yang nakal
gak suka nurut petuahmu
sering berbuat salah dan dosa
tidak pernah mendo’akanmu
tidak berbakti padamu…

Oh Indonesiaku…
jarak JAUH…
aku tetap cinta
ke luar negeri merantau…
hanya untuk sementara
bila DEKAT…
atau di negeriku sendiri
kualitas produkmu…
kualitas pendidikanmu…
tetap bagus, hebat, mantap…
dan aku tidak minder
yang penting berprestasi
bagaimanapun kau tetap Indonesiaku
tetap ku cinta…
tetap ku ingin berkorban…
berjiwa besar…
dan bangga…

saat nasibku jadi pejabat masih JAUH
atau DEKAT sekalipun…
terpilih ataupun tidak…
lewat Pemilu…
kalah atau menang…
tetap bergandengan tangan…
bahu membahu…
bagaimanapun Indonesia adalah
tanah airku…
tanah tumpah darahku…

Ya Allah…
saat ada yang mengatakan padaku
“mukamu JAUH!!!”
aku sabar…
atau “mukamu DEKAT!!!”
aku tetap sabar…
itu hanya casing saja
toh Engkau ciptakan seluruh insan
dalam bentuk paling baik

ketika ada yang mengatakan
“sono menJAUH!!!”
aku ikhlas…
atau “menDEKATlah!!!”
aku tetap ikhlas…
yang jelas…
jodoh masih JAUH…
atau sudah DEKAT…
itu semua berdasarkan qadla & qadar-Mu
semuanya sudah Engkau tentukan…

saat rizki…
pekerjaanku…
masih JAUH…
atau DEKAT sekalipun
bahkan mudah mendapatkannya
atau karirpun cepat mananjak…
yang paling penting adalah
keberkahan…
toh rizki-Mu tinggal kujemput…

Ya Allah…
ketika banyak rizki
ku hidup senang…
namun, ku JAUH dari-Mu
melupakan-Mu Sang Pemberi Rizki

saat lagi susah…
menderita…
banyak masalah…
seketika ku DEKAT pada-MU
merengek-rengek…
menangis…
meminta pertolongan-Mu

dan kadangkala justru sebaliknya…
saat aku gundah gulana…
duka nestapa…
banyak kegagalan yang kualami
ku selalu mengeluh…
gak terima…
masa bodoh…
aku JAUH dari-MU
gak pernah shalat dan berdo’a
karena kuanggap percuma saja
gak ada guna manfaatnya…
ku gak pernah bersyukur…

dan kalau aku banyak rizki saja
ku DEKAT dengan-Mu
melakukan perintah-Mu
sebagai rasa syukurku pada-Mu
atas rizki yang Engkau berikan

memang aku adalah manusia
tidak jelas…
dhoif…

Ya Allah ya Rahman…
berikanlah aku rizki-Mu apapun
harta…
jodoh…
keturunan…
tempat tinggal…
kesehatan…
kecerdasan…
pekerjaan…
cinta…
yang berkah…
yang Engkau ridhoi…

Ya Allah ya Rohim…
berilah aku rasa sayang-Mu
tuk menjadi orang yang muttaqin
yang menjadikan dan mengantarkanku
bahagia di dunia dan di akhirat…

Ya Allah Yang Maha Segalanya…
ijinkanlah ku selalu JAUH dari maksiat
dosa…
nista…
laknat…

ijinkanlah selalu kureguk Cinta-Mu
selalu DEKAT pada-Mu…

jadikanlah aku orang yang selalu
ikhlas…
sabar…
syukur…
yakin…
selalu berusaha…
bermunajat…
zikir…
tawakkal…
dalam keadaan bagaimanapun…
di manapun…
forever…

(Ustadz AMC)

Created : 10 Juli 2009


Tulisan alakadarnya ini dibuat atas pertanyaan seorang rekan tentang :

Hukum menikah dengan saudara sepupu

Juga masukan alakadarnya sehubungan dengan :

Pasca pelaksanaan Pilpres & Wapres tanggal 8 Juli 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar