Sabtu, 27 Juni 2009

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Blog Entry RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA Nov 7, '05 7:33 AM
for everyone
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta yang
hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya, dia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga baginda wafat. Setelah kewafatan Rasul.Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya,

"Anakku adakah sunnah kekasihku Rasulullah yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,
"Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja".
"Apakah Itu?", tanya Abu Bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan
untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis
itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai
menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu?". Abu Bakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila dia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil
berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang
pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia
itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu
mendengar cerita Abu Bakar r.a. dia pun menangis dan kemudian berkata,
benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia
tidak pernah memarahiku sedikitpun, dia tetap mendatangiku dengan membawa
makanan setiap pagi, dia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta tersebut
akhirnya melafazkan syahadah di hadapan Abu Bakar r.a.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar